28 April 2008

Badko Inbagteng Lakukan Reshuffle Kabinet

Yogyakarta, (inbagteng cyber media)

Berdasarkan Surat Keputusan 02/A/KPTS/04/1429 H Badko Inbagteng secara resmi melakukan reshuffle kabinet. Agenda ini merupakan hasil rapat pleno Badko yang dilaksanakan di Semarang, Sabtu (12/4). Tujuan reshuffle tersebut tidak lain adalah demi lancarnya amanah perkaderan dan perjuangan di HMI Badko Inbagteng.

Selain melakukan perubahan posisi kabinet (pengurus), hasil rapat Pleno juga merekomendasikan adanya perubahan nama pada bidang yang telah disusun pada semester sebelumnya. Tiga bidang yang ada Badko Inbagteng saat ini telah dirombak dan ditata ulang agar lebih difokuskan pada kerangka kerja yang lebih riil dan massif.
Jika pada semester sebelumnya ada bidang Penelitian dan Perkaderan, Pembinaan dan Pengembangan Cabang dan Kajian dan Media, saat ini bidang tersebut bermetamorfosa (berubah) menjadi bidang perkaderan, kajian strategis, dan media dan informasi.

Dengan perubahan nama yang lebih simple dan fokus diharapkan lebih maksimal dalam melaksanakan program kerja yang telah dicanangkan. Perubahan nama tersebut pada dasarnya tidak merubah fungsi dari masing-masing bidang. Bidang Perkaderan akan lebih focus pada pendampingan serta penguatan cabang-cabang, sedangkan kajian strategis lebih pada upaya memberikan support pada cabang-cabang untuk intens mengkaji isu-isu strategis yang sedang berkembang. Bidang ini juga memfasilitasi jaringan-jaringan antar cabang. Terlebih lagi dengan telah terbentuknya Forum Komunikasi Hijau Hijam (FKHH). Adapun bidang Media dan Informasi akan senantiasa leading dalam menyampaikan informasi aktifitas HMI se-Inbagteng dengan media online berupa weblog, di samping itu media versi cetak juga hadir dalam bentuk koran Metamorfosa sebagai media silaturahmi dan aktualisasi kader. Dengan hadirnya bidang ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan miss-komunikasi atau lemahnya koordinasi yang selama ini selalu menjadi kendala di HMI. Namun selain fokus pada media tersebut, bidang ini juga dapat memfasilitasi aktifitas jurnalistik yang diadakan oleh cabang.

Untuk jajaran kabinet, Badko inbagteng saat ini mendapat tambahan dua orang yaitu M. Nurdin dan Yasum Surya pada dua bidang yang berbeda. Berikut ini adalah jajaran kabinet Badko Inbagteng pasca reshuffle ;
Ketua : Moh. Syafi` ie, Sekretaris : Hani Nur Cahyo, Bendahara : Andi Dwi Purnama
Bidang Perkaderan : Wahid Hasyim, M. Nurdin, Muhammad Badri
Bidang Kajian Strategis : Ibnu Muzab Ary, Saryo Albar, Yasum Surya, Ahmad Junaidi
Bidang Media dan Informasi : M. Mahrus ali, Hariyanto Azizi, Nur Ali
Dengan reshuffle ini semoga Badko Inbagteng tentunya kita harapkan dapat menjalankan amanah dengan baik. [red]

selengkapnya.....

20 April 2008

HMI Cabang Wonosobo Gelar Konferca ke-XIII

Oleh Angga Dewa
Wonosobo, (inbagteng cyber media)
Proses perjalanan konferensi XIII Himpunan mahasiswa Islam Cabang Wonosobo yang dibuka oleh Ketua Badko Inbagteng, Muhammad Syafi'ie bertempat di aula masjid jami’ Wonosobo pada Kamis (17/04). Konferensi dilanjutkan di Villa Andongsili. Perjalanan konferensi kali ini rasanya memberikan nuansa yang sangat berbeda dari proses perjalanan konferensi yang sebelumnya. Hal tersebut ditandai dengan begitu antusiasnya para kader untuk menguikuti ritual tahunan yang sakral tersebut. Tema konferensi kali ini adalah “Progresifitas Kesadaran Perjuangan Kader Insan Ulil Albab Sebagai Wujud Pembelaan Kaum Mustadz’afiin Menuju Masyarakat Tamaddun”.

Diskusi-diskusi sengit mewarnai seluruh rangkaian acara Konferensi XIII kali ini, dari pembahasan tata tertib persidangan, pandangan umum tentang LPJ, musyawarah penentuan status LPJ yang walaupun akhirnya LPJ HMI Cabang Wonosobo periode 1428-1429 H diterima, pembahasan pedoman kerja Cabang berlangsung juga dengan sangat alot diskusi-diskusi yang serius untuk membuat konsep yang lebih baik, dari bagaimana HMI Cabang Wonosobo berbicara dalam kontek lokal sampai mengupas masalah konteks nasional. Sampai pembahasan tatib pemilihan formatur dan mid formatur serta pemilihan formatur yang berlangsung dengan penuh keharuan. Penjaringan calon formatur terpilih 3 orang calon formatur pertama Ahmad khairul Umam Nur Idris yang kemarin sebagai sekretaris umum Cabang kedua, Abdullah Amna yang kemarin sebagai kabid perkaderan Cabang serta saya sendiri Muhammad Nurdin yang kemarin sebagai ketua umum HMI Cabang Wonosobo terpilih kembali. Ketiga calon formatur melakukan musyawarah dengan penuh hikmat dan keharuan sehingga terjadilah proses tangisan yang memang tidak terbendung lagi.

Pertanyaan yang muncul kemudian, kenapa harus dilalui dengan proses tangisan? hal ini mungkin tidak pernah dialami oleh organisasi manapun ketika terjadi pemilihan seorang ketua pemimpin dan bahkan biasanya berebut untuk menjadi seorang ketua atau pemimpin sehingga tidak jarang harus melakukan kecurangan. Tetapi di HMI, khususnya Cabang Wonosobo proses pemilihan yang diperebutkan apalagi dengan kecurangan sangat jauh dari kultur dan bahkan itu adalah jalan kejahiliyahan, jalan saithon yang diharamkan. Proses tangisan terjadi karena kita sudah mencapai tingkat kesadaran yang penuh akan tugas dan tanggung jawab kepemimpinan, yang itu semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt. Jadi kader-kader HMI sadar betul bahwa peoses kepemimpinan bukan untuk diperebutkan tetapi dengan kepemimpinan itu terpikul tugas dan tanggungjawab yang sangat besar untuk tercapainya cita-cita masyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT.

Jadi, proses tangisan yang terjadi bukan karena cengeng tapi karena proses perenungan yang mendalam yang dilakukan dengan penuh kesadaran dengan pikiran yang jernih serta hati yang bersih. Dengan melalui musyawarah calon formatur terpilihlah saudara Ahmad Khairul Umam Nur Idris sebagai fomatur dibantu mid formatur Abdullah Amna, Ari yulianto serta Menik Hidayastuti. Saya optimis kedepan HMI Cabang Wonosobo akan lebih baik, dan mohon doa restu kepada seluruh kader HMI kedepan HMI Cabang Wonosobo bisa lebih baik. ALLAHUAKBAR………….!!!!!


selengkapnya.....

18 April 2008

PB HMI Tuntaskan Agenda Pleno II

Semarang, (inbagteng cyber media)
Selama kurang lebih tiga hari Pengurus Besar (PB) HMI berhasil tuntaskan seluruh rangkaian agenda Pleno II yang dibuka hari Jum’at (11/04) yang lalu di Pondok Sisemut Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Beberapa agenda tersebut pembukaan, seminar nasional, rapat koordinasi cabang dan PB simposium gerakan, temu lapmi nasional, temu pengader nasional yang ditutup dengan pleno PB.
Dalam sesi seminar nasional yang sedianya menghadirkan calon gubernur Jawa Tengah akhirnya batal karena mereka sudah memiliki acara yang sama di tempat lain
“ salah satu calon gubernur yang diundang tidak bisa hadir karena sedang ada acara kunjungan ke daerah pantai utara, ungkap Azwar M. Syafei pada pembukaan seminar. Sebagai gantinya panitia menghadirkan Abdurrahman, dosen Fakultas Ekonomi UNDIP Semarang, dan Awalil Rizky (alumni HMI). Dalam diskusi tersebut lebih memaparkan persoalan ekonomi Indonesia kekinian. Pilkada menurut kedua pembicara belum sepenuhnya dapat mensejahterakan ekonomi rakyat karena masih carut-marutnya kondisi politik tanah air yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi lokal. Di samping itu konflik pilkada di beberapa daerah menyebabkan tidak terpenuhinya kesejahteraan rakyat.

Pembukaan pleno II dihadiri empat belas cabang, diantaranya cabang Palu, Makassar, Surabaya, Malang, Semarang, Jogja, Sleman, Wonosobo, Purwokerto, Purworejo, Lebak, Jakarta, Bogor dan Jakarta Selatan. Di samping itu, beberapa badan koordinasi juga ikut hadir adalah badko Indonesia Bagian Utara (Inbagtar), Indonesia Bagian Barat (Inbagbar), dan Inbagteng (Indonesia Bagian Tengah).

Dialog PB dengan Cabang
Pada sesi rapat koordinasi antara Pengurus Besar dan Pengurus Cabang se-Indonesia Ta’aruf cabang dan PB dikemas dalam bentuk dialog. Agenda forum terdiri dari penyampaian laporan perkembangan cabang, penjelana tema dan strategi gerakan, dialog PB dan Cabang seputar isu strategis. Acara yang dipandu Sekretaris Jenderal PB HMI Itho Murtadha berlangsung selama kurang lebih lima jam (20.30-24.00 WIB). Mekanisme penyampaian laporan perkembangan cabang disampaikan berdasarkan form yang telah diberikan oleh PB berisi tentang perkembangan cabang secara keseluruhan. Malam itu sekitar tujuh cabang mempresentasikan progres mereka. Usai presentasi cabang, ketua umum PB HMI Syahrul Efendi Dasopang berkempatan menyampaikan elaborasi tentang tema kepengurusan HMI. Sebagai penutup rangkaian dialog, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) memaparkan tentang desain website HMI News baru yang akan launching 20 Mei mendatang.

Tiga Rangkaian Pleno II
Guna mengintegrasikan tujuan Pleno II, Sabtu (12/04) sekitar jam 08.30 WIB secara serentak digelar tiga forum dalam ruangan yang berbeda. Simposium gerakan dan temu LAPMI nasional berada di hall lantai I sedang temu pengader nasional dilangsungkan di musholla. Simposium gerakan yang dikuti oleh sekitar tiga puluh peserta dari berbagai cabang membahas strategi gerakan HMI di kampus dan Sikap HMI terhadap Pilkada dan Pemilu 2009. Sedangkan forum temu pengader nasional juga hadiri tak kurang dari dua puluh sembilan peserta dari masing Korp Pengader se-Indonesia. Agenda utamanya adalah penyusunan kurikulum Senior Course Nasional dan Menyusun Modul Pembelajaran Pengader. Dari kedua forum tersebut, yang cukup menarik adalah temu Lapmi nasional. Jumlah peserta juga jauh lebih banyak ketimbang saat kongres HMI ke-26 Depok. Sekitar dua puluh tujuh peserta dari LAPMI cabang cukup antusias mengikuti forum ini. Trisno Suhito, Direktur Eksekutif Nasional LAPMI merasa cukup surprise dengan banyaknya peserta yang hadir. “ Waktu munas LAPMI di kongres HMI Depok yang hadir hanya enam orang, tapi sekarang cukup banyak, ini luar biasa,” ujar Trisno saat membuka forum temu Lapmi. Selain Trisno, hadir juga Muhammad Syukur, mantan Direktur Lapmi yang tetap aktif dan memback up website HMINews. Agenda forum ini koordinasi kerja dan sosialisasi agenda LAPMI serta Pembentukan koresponden/repotrer daerah. Untuk lebih menjamin akuntabilitas jurnalis HMINews.com, LAPMI akan memberikan kartu pers resmi pada setiap jurnalisnya. Selain mempresentasikan desain baru website HMINews, forum juga membahas tentang konseps cabang berbasis informasi yang harus terus ditingkatkan. “saatnya kader-kader HMI aktif menulis, karena writing is power”, tandas Trisno. [al,az]

selengkapnya.....

Road Map Pembahasan Pleno II PB HMI

Semarang, (inbagteng cyber media)
Pleno PB HMI yang merupakan agenda utama dari semua rangkaian paket semester I PB HMI digelar pada Ahad (13/04) di Musholla pondok Sisemut, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Sebagai pamungkas dari semua agenda forum menyerap semua aspirasi, saran dan kritik yang berkembang pada saat dialog cabang, simposium gerakan, temu pengader nasional dan temu Lapmi nasional. Forum ini dihadiri semua pengurus PB HMI termasuk pengurus lembaga koordinasi, lembaga khusus dan lembaga kekaryaan. Itho Murtadha sebagai Sekjen membuka forum dan mulai memaparkan beberapa agenda pembahasan pleno II.

Setidaknya ada delapan agenda yang harus dibahas secara tuntas dan komprehensif diantaranya ; evaluasi kinerja PB HMI secara umum selama enam bulan pertama, evaluasi perkomisi selama enam bulan, brainstorming & proyeksi enam bulan kedepan, penentuan visi & misi HMI untuk enam bulan kedepan, skala prioritas isu (core isu : islam, pendidikan & kemahasiswaan), rekomendasi untuk enam bulan kedepan, penjabaran program perkomisi, dan staffing.

Pembahasan yang cukup serius dalam forum pleno terkait masalah tema kepengurusan. Perdebatan mengenai memperkokoh negara dan basis negara diantara para peserta kemudian mengerucut untuk dilakukannya penyempurnaan redaksional. Dengan adanya penyempurnaan tersebut harapannya masing-masing komisi di PB HMI dapat menjalankan program kerjanya sesuai dengan spirit tema yang diangkat saat ini. Kinerja PB secara keseluruhan juga mendapat sorotan peserta pleno terutama lembaga koordinasi yang banyak memberikan masukan penting. Beberapa komisi yang kurang aktif dibahas secara komprehensif.

Persoalan yang tak kalah penting adalah wacana revisi konstitusi hasil kongres Depok yang menuai kontrovesi di beberapa cabang. Badko Inbagteng sudah melakukan kajian terhadap konstitusi dan mengusulkan untuk mengkoreksi ulang hasil konsitusi hasil kongres. Secara fundamental konstitusi hasil kongres Depok memang tidak ada masalah, namun tidak adanya keseragaman (unifikasi) isi konsititusi yang telah diterima masing-masing cabang. Selain itu terdapat kesalahan redaksional dalam penulisan. Forum akhirnya menyepakati bahwa persoalan konstitusi akan dihandle oleh Sekjen dengan diback up oleh badko se-Indonesia untuk meninjau ulang atau melakukan koreksi. Menurut ketua PB, konstitusi tersebut sudah valid karena sebelum didistribusikan sudah dibahas dengan MSO terlebih dulu.

Untuk mengatasi persoalan koordinasi dan komunikasi struktural, forum pleno merekomendasikan masing-masing komisi di PB untuk lebih intens melakukan komunikasi dengan cabang-cabang melalui koordinasi dengan Badko. Forum juga mengusulkan agar setiap komisi punya e-mail sendiri bahkan kalau perlu weblog untuk mempermudah koordinasi.

Selain evaluasi komisi, Korps Pengader Nasional (KPN), LAPMI dan Badan koordinasi juga mendapat rekomendasi. Usulan agar Lapmi bisa memberdayakan media alternatif weblog (blogspot.com) juga muncul kepermukaan. Pasalnya banyak Cabang-cabang ataupun kader-kader HMI yang intens menggeluti dunia weblog. Harapannya media ini dapat mensupport Lapmi kedepan. KPN juga disarankan untuk kembali mengaktifkan weblognya agar komunikasi ke level bawah lebih massif. Penguatan serta pendampingan cabang harus terus ditingkatkan oleh Badko, kerjasama dengan komisi-komisi di PB dapat digalang dengan baik, poin tersebut merupakan rekomendasi untuk lembaga koordinasi. [al]

selengkapnya.....

Pengurus Badko Inbagteng Gelar Pleno

Ungaran, (Inbagteng Cyber Media)
Disela-sela pelaksanaan Pleno II PB, Badko Inbagteng juga menggelar acara yang tak jauh berbeda. Pleno Badko turut digelar pada Sabtu (12/04) sekitar pukul 20.30 WIB di Pondok Sisemut, Ungaran, Semarang. Pleno dilakukan untuk mengintensifkan kinerja Badko. Ketua Badko Moh. Syafi’ie menjelaskan bahwa Badko kedepan harus lebih massif dalam melakukan koordinasi dengan cabang-cabang dan PB serta harus tetap konsen pada perkaderan, pendampingan/penguatan cabang. Rapat Pleno Badko dihadiri oleh beberapa pengurus bidang diantaranya Ibnu Muzab Ary, M. Mahrus Ali, Haryanto Azizi, Wahid Hasyim, Saryo Albar dan Nur Ali

Tiga poin penting menjadi pembahasan adalah reshuffle atau restrukturisasi terhadap struktur badko, evaluasi progress badko, dan skala prioritas semester depan. Dari elaborasi masing-masing bidang dan pandangan peserta pleno akhirnya disepakati untuk dilakukan penataan ulang struktur internal Badko. Bidang yang semula bernama Penelitian dan Perkaderan diubah menjadi bidang perkaderan. Sedangkan Pembinaan & Pengembangan Cabang diubah menjadi bidang kajian strategis. Adapun bidang Kajian dan Media berubah nama Media Informasi. Perubahan nama bidang tersebut untuk lebih memperjelas tujuan dan alur kerja, karena selama ini struktur internal Badko inbagteng memiliki dualisme fungsi dan kurang maksimal. Terkait dengan susunan pengurus juga mengalami perubahan.

Evaluasi badko meniitikberatkan pada pencapaian objektif dari apa yang telah dikerjakan semester sebelumnya. Bidang media sudah berjalan cukup efektif namun bidang-bidang lain masih harus bekerja lebih keras untuk mencapai hasil optimal. Reposisi internal badko diharapkan dapat menjawab kegelisahan pengurus badko terhadap kondisi perkaderan di masing-masing cabang khususnya di Indonesia bagian tengah. Skala priorittas kedepan adalah pendampingan terhadap cabang-cabang yang masih belum maksimal seperti Cabang Surabaya, Jepara, Jombang dan Malang. Selain cabang bagian timur, Badko juga berencana mengunjungi cabang Pontianak. Agenda lainnya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah penerbitan Koran Metamorfosa edisi III, Jurnal Pemikiran, Pembuatan Sekretariat Badko, dan menghadiri Konferensi Cabang, salah satunya adalah Konfeca HMI Cabang Wonosobo yang sudah dibuka Kamis (17/04) yang lalu. Dua cabang lainnya akan segera Konferca adalah Cabang Surabaya dan Malang. [al]

selengkapnya.....

Metamorfosa Hadir di Pleno II

Semarang, (Inbagteng Cyber Media)
“ Metamorfosa edisi II terbit lagi “, ungkap Ibnu Muzab Ary, pemimpin redaksi Koran dinding pada acara pembukaan Pleno PB HMI, Jum’at (11/04) yang lalu. Media terbitan hasil kreasi Badko Inbagteng kini masuk edisi kedua setelah edisi perdana diluncurkan pada forum Rapimcab III, Sabtu (08/03) di HMI Cabang Purworejo. Terbitnya edisi II setidaknya menepis anggapan media ini hanya akan terbit sekali dan langsung bubar.
Metamorfosa memang secara eksklusif hadir pada forum tertentu dimana Badko juga ikut berpartisipasi.

Edisi kedua mengangkat persoalan APBN Indonesia yang masih carut marut dan serba tidak jelas serta tidak mensejahterakan rakyat. Pada kesempatan ini juga mengupas sekilas tentang sepak terjang Barack Obama yang berjuang menuju kursi Presiden Amerika Serikat. Kontributor tulisan untuk edisi kali juga berbeda dari penulis di edisi sebelumnya. Menurut pimred Metamorfosa, semua pengurus Badko Inbagteng harus menjadi kontributor media ini, tapi pengurus Cabang, komisariat, kader muda juga ikut berpartisipasi. Selain menempelkan Metamorfosa di tempat pelaksanaan Pleno, redaksi juga membagi-bagikan media tersebut kepada masing-masing cabang untuk dibawa pulang. [ben]

selengkapnya.....

Pengurus Badko Inbagteng Silaturahmi ke Cabang Semarang

Bulu Stalan (Inbagteng Cyber Media)
Usai mengikuti rangkaian Pleno II di Ungaran (11-13/04), beberapa pengurus Badko Inbagteng bersilaturahmi ke Cabang Semarang. Jaraknya memang lumayan jauh dari lokasi Pleno. Sekretariat HMI Cabang Semarang terletak di Jl. Lemah Gempal IV No. 25 RT V RW IV Bulu Stalan, Semarang, Jawa Tengah. Sambil menikmati pemandangan kota Semarang, pengurus badko inbagteng Ibnu Muzab Ary, Saryo Albar, Nur Ali, Syafi’ie dan M. Mahrus Ali menyusuri kota Atlas itu. Perjalanan semakin menarik ketika melewati jalan-jalan yang terjal, tikungan dan tanjakan.
Namun medan yang berat tak menyurutkan langkah untuk sampai di sekretariat Cabang. Indahnya suasana sore kota Semarang kala itu memberikan semangat tersendiri bagi pengurus Badko yang mulai kelelahan setelah tiga hari mengikuti rangkaian pleno.

Selang satu jam kemudian, kami memasuki kawasan yang penuh dengan penjual mebel dan kerajinan kayu. Ternyata sekretariat cabang tidak jauh dari jalan raya itu. Hanya beberapa langkah akhirnya sampai juga di rumah perjuangan HMI Cabang Semarang. Lingkungannya cukup asri, di depan rumah ada pohon rindang. Kontrakan yang didominasi warna kuning memberikan kesan cerah. Lingkungannya cukup luas ditambah lagi di bagian tengah ada halaman luas yang dapat dijadikan tempat diskusi. Beberapa pengurus cabang dengan ramah menyambut kedatangan kami. Kemudian Kami dipersilahkan masuk dan beristirahat.

selengkapnya.....

01 April 2008

PB HMI Akan Gelar Pleno II di Semarang

Inbagteng Cyber Media
Rangkaian agenda PB HMI dalam Pleno II kali ini terangkum dalam Paket Akhir Semester I PB HMI. Beberapa agenda yang akan digelar antara lain Rapat Koordinasi Nasional Cabang, Temu Pengader Nasional, Temu LAPMI Nasional, Simposiun Gerakan dan Pleno II PB HMI. Seluruh agenda ini akan digelar pada Kamis-Ahad (10-13) April 2008 di kota Atlas, Semarang, Jawa Tengah.
Agenda ini rencananya akan dibuka pada hari Jum’at (11/04) dan akan dilanjutkan dengan seminar nasional yang bertajuk “Pilkada untuk kesejahteraan rakyat : sebuah kritik dan solusi” dengan menghadirkan narasumber diantaranya; Bambang Sadono, Agus Soeyitno, Ichsanudin Noorsy, Dr. H. Abdul Rohman. MSi, Akt.

Untuk mengetahui lebih detail tentang agenda Paket Akhir Semester I PB HMI, berikut ini kami lampirkan Term of Refference (TOR) yang kami terima dari PB HMI.

Term Of Reference
PAKET AKHIR SEMESTER I PB HMI


DASAR PEMIKIRAN
Penguatan Visi Keumatan dan Kebangsaan Menuju Masyarakat Berkeadilan dan Sejahtera

Pasca runtuhnya orde baru PB HMI, meminjam istilah Jurgen Habermas terjadi kolonisasi masyarakat sipil sebagai akibat mengentalnya konsevatisme ekonomi yang dipraktekkan oleh masyarakat ekonomi, dan makin mapannya liberalisme politik oleh masyarakat negara, negara menjelma menjadi sahabat modal (friendly of capital). Di tengah dominansi wacana global dibutuhkan ide yang bersifat radikal dan berbeda secara paradigmatik. Realisasi ide ini akan merubah peta politik, dimana kesejahteraan, keadilan dan partisipasi dapat diperoleh banyak kalangan secara luas.

Gagasan atau ide merupakan sumber bagi perubahan sistematik. Tidak ada visi besar tanpa ditopang gagasan-gagasan progresif didalamnya. Visi perubahan radikal paradigmatik mulai ditebar pada kepengurusan PB HMI periode 1999-2001 sebagai pandangan awal merespon perubahan dari era otoritarian ke era keterbukaan. Pada periode berikutnya 2001-2003 PB HMI mulai menterjemahkan visi perubahan kedalam dimensi nasional. Keberpihakan terhadap kaum lemah terpinggirkan menjadi tema sentral sekaligus menguatkan gagasan dalam penataan hubungan harmonis antara negara (state), masyarakat sipil (civil society) dan pasar (market) (Moeljarto Tjokrowinoto 2001 : 3).

Pada periode 2003-2005, tema ‘Revolusi Sistemik’ terus digulirkan sebagai upaya untuk mendesakkan agenda perubahan kepada negara agar tidak tunduk pada agenda-agenda neo-liberalisme, dan di sisi yang lain ia juga memaksa negara untuk meninggalkan secara total wataknya yang otoritarianistik dan korup. Semua kebijakan musti diabdikan untuk kepentingan rakyat yang selama ini lemah dan dipinggirkan oleh negara. Perubahan politik di tingkat nasional seharusnya melibatkan partisipasi massa rakyat. Sebagai kelanjutan dari periode kepengurusan sebelumnya (periode 2003-2005), maka periode 2005-2007 tetap melanjutkan agenda ‘Revolusi Sistemik’. Namun demikian, penerjemahan ‘Revolusi Sistemik’ tidak lagi bergerak dalam aras masyarakat negara atau masyarakat politik (political society), melainkan pada aras masyarakat sipil (civil society). Sebab pada saat yang sama masyarakat sipil belum terkonsolidasi sebagaimana mestinya, walau konsolidasi masyarakat politik relatif lebih berhasil. Justru penguatan posisi muncul dari asing sebagai kekuatan ekonomi politik yang kemudian diidentifikasi sebagai kapitalisme neo-liberalisme. Komponen utamanya adalah Bank Dunia, IMF, korporasi multinasional, serta negara-negara maju (terutama Amerika).

Penguatan visi gerakan tammadun kembali dilakukan pada PB periode tahun 2007-2009 sebagai upaya rekayasa keumatan dan kebangsaan untuk Indonesia berkeadilan. Gerakan tammadun (civilitation movement) dimaksud adalah peradaban tinggi yang didalamnya terdapat pergulatan nilai-nilai (baik kebudayaan maupun keagamaan) dan dicapai melalui proses panjang serta penuh dinamika perjuangan. Pergeseran karakter politik, ekonomi dan kebudayaan kepada cara pandang neo-liberalisme menjadi tantangan perjuangan HMI dalam membangun umat dan bangsanya karena telah terjadi kebangkrutam yang cukup besar berkaitan dengan kedaulatan negeri ini. Hampir seluruh sektor penting yang berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat lambat laun berpindah kepemilikan dari negara ke pemodal. Agenda-agenda privatisasi, pencabutan subsidi, dan lain sebagainya menjadi pintu ketidakadilan terjadi yang dilakukan melalui proses penetrasi, kooptasi terhadap negara.

Revitalisasi visi menjadi keharusan di tengah menguatnya kekuatan asing pada wilayah ekonomi politik. Kekuatan inilah yang kemudian masuk dengan kemampuan rekayasanya untuk menyamar menjadi unsur negara atau pemerintah, bahkan terkadang menjadi unsur anti negara atau sebagai unsur rakyat tak lebih hanya untuk menguntungkan kepentingan mereka sendiri. Melemahkan negara sebagai bagian agenda neo-liberalisme sudah dapat dipastikan akan mengancam kedaulatan politik berikut kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Disisi lain pemerintah kita memproduksi paradoks ketika catatan angka kemiskinan yang sangat tidak memihak kondisi realitas rakyat, badan dunia mencatat angka cukup tinggi kemiskinan di negeri ini mencapai 29%, sedangkan pemerintah mencatat angka kemiskinan hanya 16,6 %. Keseriusan dalam pengentasan kemiskinan nampaknya belum menjadi agenda utama pemerintah kita, padahal kemiskinanlah yang menjadi gerbang munculnya persoalan lain seperti kesehatan pendidikan dan juga pengangguran. Gagasan–gagasan neo-liberalisme secara sistematis merasuk pada alam fikir dan kesadaran para elit dan pejabat publik kita. Sense of crisis yang seharusnya ada demi mendahulukan kepentingan-kepentingan rakyat daripada kepentingan-kepentingan lainnya menjadi barang mahal di tengah muramnya kehidupan negeri ini. Kebodohan, keserakahan materi dan ketidaktahuan menjadi jalan masuk neo-liberalisme untuk menguasai wilayah jajahannya.

Sebagai upaya melahirkan keadilan dan kesejahteraan “Gerakan Tamaddun” masyarakat sipil menuntut beberapa hal, yaitu pertama, perubahan pada model gerakan dari bentuk komite-komite aksi yang cenderung reaktif dan menumpukan gerakannya pada isu yang sedang berkembang, menjadi gerakan yang berbasis pada isu yang lebih strategis, sektoral dan berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat. Kedua, hubungan antar sektor wilayah garap gerakan sipil-demokratik membutuhkan keterkaitan yang bersifat organik untuk sebuah gerakan yang holistik, dan tidak parsial. Ketiga, orientasi gerakan pada pemenuhan hak-hak sipil-politik perlu dibarengi dengan pemenuhan hak-hak ekonomi-politik-budaya.

Kesejahteraan dan keadilan akan tercapai apabila peran aktif masyarakat sipil secara terus menerus melakukan upaya konsolidasi masyarakat sipil-demokratik dalam konteks keIndonesiaan. Masyarakat berperadaban inilah menjadi final position setelah ikhtiar dan ijtihad intelektual dipilih sebagai kekuatan penopangnya berbasis spirit profetik.

Demi memainkan peran tersebut HMI perlu memetakan positioning gerakan yang tepat sebelum merumuskan “Gerakan Tamadduni” Masyarakat Sipil secara konkrit dalam rumusan Grand Desain Rencana Strategis Nasional HMI sebagai ‘petunjuk kerja’ bersama bagi semua kader HMI. Bersamaan dengan itu, HMI juga membutuhkan pengokohan manajemen kelembagaan yang lebih profesional yang mencakup rancang bangun sistem komunikasi organisasi yang efektif, serta sebuah rumusan standar kerja, sistem pengontrolan dan evaluasi yang memenuhi standar kerja sebuah organisasi modern.

Pengelolaan lembaga secara profesional dalam manajemen kepemimpinan yang efisen dan efektif mensyarakatkan peningkatan kapasitas dan penguatan bangunan institusi baik bagi Pengurus Cabang, Pengurus Badan Koordinasi maupun Pengurus Besar dalam sebuah jaring komunikasi kerja yang terkonsolidasi dengan baik dengan tetap mengedepankan penguatan kapasitas lokal, dan berbasis pada tradisi riset, dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi yang tersedia. Selain itu untuk menjaga dinamika perkaderan di HMI perlu juga dilakukan penguatan kinerja Korp Pengader di tingkat nasional.

Dari hasil pertukaran gagasan dan formulasi ide didalamnya diharapkan menjadi masukan penting pada pleno II untuk merumuskan program kerja semester II sehingga dapat di turunkan dan memungkinkan sesegera mungkin dilakukan follow-up pada semua level kepemimpinan di HMI. Oleh karenanya, kegiatan Pleno II PB HMI, Rapat Koordinasi Cabang, symposium gerakan, temu LAPMI nasional dan Musyawarah Nasional Korp pengader HMI dibuat menjadi satu paket kegiatan akhir semester akhir.


NAMA KEGIATAN
Paket Akhir Semester I PB HMI 1428-1430 H/2007-2009 H

DASAR KEGIATAN
Selain dasar kegiatan yang spesifik dari masing-masing bentuk kegiatan secara umum Paket Akhir Semester I dilaksanakan berdasarkan:
1. Anggaran Dasar HMI pasal 12 dan 14
2. Anggaran Rumah Tangga HMI Pasal 25, 29, 36, 49, 50, 51 dan 52;
3. Pedoman Struktur HMI
4. Program Kerja Pengurus Besar HMI

TUJUAN KEGIATAN
Selain tujuan spesifik dari masing-masing bentuk kegiatan, tujuan dintegrasikannya berbagai bentuk kegiatan tersebut adalah :
1. Sinambung dan terintegrasinya berbagai maksud tujuan dari Pleno II PB HMI, Rapat Koordinasi Cabang, Temu nasional Korps Pengader HMI, Simposium Gerakan, Temu nasional Lembaga pers Mahasiswa Islam
2. Membangun sinergisitas kerja dalam struktur HMI
3. Memperkuat konsolidasi internal HMI
4. Terintegrasinya waktu pelaksanaan dari empat jenis kegiatan tersebut.

RANGKAIAN KEGIATAN
1. Rapat Koordinasi Nasional Cabang
a. Pendahuluan
Pengurus Besar sebagai badan tertinggi di struktur kepemimpinan HMI memiliki tugas dan kewajiban untuk menjalankan amanah kongres dimana dalam menjaga dinamika keorganisasian dibutuhkan sinergitas gerak antar komponen yang terkait, hal ini dilakukan secara internal dalam struktur pimpinan HMI.
Adapun wadah yang digunakan dalam menjaga dinamika keorganisasian tersebut salah satunya Rapat Koodinasi Cabang secara nasional. Rapat koordinasi ini dilakukan dengan tujuan sebagai ajang konsolidasi dan komunikasi antar komponen struktur pimpinan HMI. Kegiatan ini diorientasikan menjadi wadah peningkatan kapasitas dan penguatan bangunan institusi baik bagi Pengurus Cabang, maupun Pengurus Besar. Selain itu, Rapat Koordinasi Cabang ini diharapkan dapat menemukan serta meyepakati model jaringan serta komunikasi kerja yang solid antara cabang, badko dan PB dengan tetap mengedepankan penguatan kapasitas lokal, dan berbasis pada tradisi riset, dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi yang tersedia.
b. Nama Kegiatan
Rapat Koordinasi Nasional Cabang
c. Dasar Kegiatan
· Anggaran Dasar HMI pasal 12,
· Anggaran Rumah Tangga HMI pasal 25 dan pasal 29
· Pedoman Struktur HMI
· Program Kerja HMI
d. Tujuan
· Memahamkan Visi, Misi HMI secara nasional
· Merumuskan Grand Desain Rencana Strategis Nasional HMI
e. Materi Rapat
· Ta’aruf cabang dan PB
· Penyampaian laporan perkembangan cabang ( tertulis )
· Penjelasan PB : Tema dan strategi gerakan
· Dialog PB dan Cabang seputar isu strategis
f. Peserta
· Pengurus Besar
· Pengurus Cabang
g. Waktu dan Tempat
Semarang, 11 April 2008

2. Temu Pengader Nasional
a. Pendahulan
Perkaderan merupakan inti aktifitas didalam himpunan selain perjuangan itu sendiri, keduanya kait terkait menjadi satu term yang saling memaknai dan menjadi identitas dalam wadah suatu gerakan. Keberlangsungan suatu gerakan tidak lepas dari proses perkaderan yang dijalankan, gerak suatu organisasi akan terhenti apabila perkaderan tidak berjalan atau kurang mampu merespon persoalan-persoalan yang ada. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perkaderan harus mampu menjawab tantangan di setiap zamannya, baik sistem perkaderan tersebut maupun para penggerak sistemnya yakni para pengader.
Tantangan yang ada sekarang adalah kurangnya intensitas SC di beberapa cabang pada beberapa wilayah badan koordinasi dikarenakan belum adanya pengader atau Korp Pengader untuk mengelola SC. Kurikulumisasi SC nasional diselenggarakan tidak lain untuk meng-update formula penyelesaian persoalan yang masih menumpuk di HMI terkait dengan penyelenggaran dan pengelolaan SC di beberapa cabang tersebut. Sebagai sebuah inisiasi terumuskannya kurikulum SC nasional diharapkan mampu meyelesaikan persoalan yang sering menghinggapi cabang-cabang dalam hal perkaderan. Selain itu peran dan fungsi pengader menjadi hal yang musti diperhatikan. Sering kali dalam pengelolaan training yang berkaitan dengan materi-materi ke-HMIan pengader melakukan proses rekayasa yang terkadang kontrapoduktif dengan tujuan dalam muatan materi. Maka modul pembelajaran pengader ini dibuat agar bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk menunjang akselerasi para pengader belajar hal-hal yang berkaitan dengan perkaderan HMI secara sistematis dan metodologis.
b. Nama Kegiatan
Temu Pengader Nasional
c. Dasar Kegiatan
· Anggaran Dasar HMI pasal 14
· Anggaran Rumah Tangga HMI pasal 49, 50, 51 dan pasal 52
· Pedoman Struktur Organisasi
· Program Kerja PB HMI
· Rekomendasi Munas Korps Pengader ke 2
d. Materi Agenda
· Menyusun Kurikulum Senior Course Nasional
· Menyusun Modul Pembelajaran Pengader
e. Peserta
· Peserta :
Utusan dari Korp Pengader HMI Cabang
· Undangan :
Pengader dari cabang yang belum memiliki Korp Pengader
Anggota Korp Pengader HMI Cabang yang bukan utusan
f. Waktu dan Tempat
Semarang, 12 April 2008

3. Temu LAPMI Nasional
a. Pendahulan
Laju perkembangan informasi saat ini telah memberikan implikasi luas dalam sistim sosial masyarakat kita. Secara khusus pengaruh dari perkembangan informasi tersebut tidak hanya dalam tataran individu, namun sudah sampai pada lingkup yang lebih luas dimana salah satunya adalah organisasi. Bisa di artikan bahwa informasi sudah menjadi kebutuhan penting di era modern sekarang ini.
Melihat perkembangan perubahan yang begitu cepat di era informasi digital saat ini, menjadi sebuah keniscayaan HMI sebagai salah satu organisasi yang mengikhtiarkan diri dalam setiap proses perubahan adalah menjadi penting untuk merespon sekaligus mempersiapkan diri dalam rangka membangun sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodir berbagai potensi organisasi agar bisa di kembangkan lebih baik.
Untuk itulah lembaga pers mahasiswa Islam sebagai sebuah lembaga kekaryaan HMI diharapkan memiliki andil besar dalam rangka menntransformasikan berbagai gagasan – gagasan perubahan sekaligus membangun sebuah lembaga yang memiliki kredibilitas serta profesionalitas. Dalam rangka inilah pertemuan LAPMI nasional dimaksud sebagai langkah meningkatkan perbaikan kinerja lembaga serta mengembangkan program kerja kearah lebih baik, seiring dengan tuntutan zaman.
b. Nama Kegiatan
Temu LAPMI Nasional
c. Dasar Kegiatan
· Anggaran Dasar HMI pasal 15
· Anggaran Rumah Tangga HMI pasal 53, 54, 55 dan pasal 56
· Pedoman Struktur Organisasi
· Program Kerja PB HMI
d. Tujuan
· Koordinasi kerja dan sosialisasi agenda LAPMI
· Pembentukan reportase daerah
e. Peserta
Utusan dari perwakilan LAPMI cabang dan utusan cabang yang belum memiliki LAPMI
f. Waktu dan Tempat
Semarang, 12 April 2008

4. Simposiun Gerakan
a. Pendahulan
Dalam rentan sejarah model gerakan HMI selama ini selalu saja menunjukkan bentuk yang berlainan, hal ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan perubahan yang terjadi dalam dinamika sosial politik masyarakat. Kemampuan membaca serta merespon berbagai perubahan untuk merumuskan model gerakan adalah sebuah syarat utama yang harus dimiliki HMI. Sebagai bukti, pada setiap fase mulai dari orde lama sampai masa setelah reformasi kita bisa lihat peranan maupun model gerakan HMI selalu menunjukkan perubahan sesuai kebutuhan zamannya.
Karakter gerakan HMI selama ini akibat berada dibawah tekanan rezim otoritarianisme orde baru selalu mengambil posisi oposisi, dalam dinamika perpolitikan pilihan ini sangat penting karena sebagai penyeimbang dalam struktur negara yang begitu hegemonik, namun akan berbeda ketika semangat demokratisasi menjadi nafas perubahan dalam dinamika sosial politik masyarakat, dimana keterbukaan serta kemerdekaan mengeluarkan pendapat mendapat jaminan secara konstitusi. Berhadapan dengan situasi ini HMI pun dituntut mengembangkan model gerakan yang bisa merespon berbagai dinamika perubahan yang terjadi begitu cepat. Pada situasi ekstrim yang lain tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketika para kelompok kapitalis memasuki fase konsolidasi sempurna yang ditandai dengan penguasaan mereka terhadap seluruh potensi perekonomian dinegeri ini, fakta pendukung yang bisa kita lihat sekarang ini adalah begitu meratanya kesulitan perekonomian dialami masyarakat, sementara berbagai potensi maupun aset negara yang harusnya di pergunakan untuk kepentingan umum hanya dikuasai segelintir orang terutama investor asing.
b. Nama Kegiatan
Simposium Gerakan HMI
c. Dasar Kegiatan
· Anggaran Dasar HMI pasal 5
· Anggaran Rumah Tangga HMI pasal 25
· Pedoman Struktur Organisasi
· Program Kerja PB HMI
· Rekomendasi Kongres 26 HMI
d. Tujuan
· Memahamkan Visi, Misi HMI secara nasional
· Merumuskan Grand Desain Rencana Strategis Nasional HMI
e. Materi agenda
· Strategi gerakan HMI di kampus
· Sikap HMI terhadap Pilkada dan Pemilu 2009
f. Instruksi khusus
· Utusan masing – masing cabang diharapkan menyusun draft tawaran dalam bentuk Paper yang akan dipresentasikan dalam forum
g. Susunan Agenda
· Orientasi umum Simposium ( penjelasan agenda, problem setting )
· Presentasi Paper dari utusan masing – masing cabang
· Pembagian komisi
1. Strategi gerakan kampus
2. Pilkada dan Pemilu 2009
· Pleno
h. Peserta
Utusan tiap cabang berjumlah maksimal 3 orang
i. Waktu dan Tempat
Semarang, 12 April 2008

5. Pleno II PB HMI
a. Pendahulan
Dalam aturan kelembagaan, dijelaskan bahwa Pengurus Besar yang diberi amanah oleh Kongres bertanggungjawab untuk melaksanakan ketetapan-ketetapan Kongres. Karenanya, dalam Pleno I telah dihasilkan beberapa Program Kerja berdasarkan bidang komisi kebijakan yang ada. Dalam rangka mempercepat proses pelaksanaan program kerja, maka dalam institusi pleno ini akan dilakukan suatu evaluasi menyeluruh atas program yang telah dicapai dalam Pleno I dan dilaksanakan oleh PB HMI dalam semester pertama kepengurusan periode 1428-1430 H/2007-2009 M.
Titik tekan utama pada Pleno II mendatang adalah pertama, Peneguhan Visi Kepengurusan, hal ini meliputi upaya menerjemahkan rumusan Grand Desain Rencana Strategis Nasional HMI. Kedua, pengokohan manajemen kelembagaan yang lebih profesional yang mencakup Rancang Bangun Sistem Komunikasi Organisasi yang efektif, disamping itu dibutuhkan sebuah rumusan standar kerja, sistem pengontrolan dan evaluasi yang memenuhi standar kerja sebuah organisasi nir laba modern.
Pada tataran soft ware, selayaknya seluruh rumusan yang dihasilkan dalam Pleno II ini serta pelaksanaannya dilandaskan pada sebuah positioning gerakan yang tepat. Untuk itu perlu terbangun kesepahaman tentang aksentuasi titik tekan model gerakan baik sebagai gerakan keislaman (ideologis), kemahasiswaan, keintelektualan, kemasyarakatan, dan gerakan politik, dipilih berdasarkan skala prioritas gerakan serta isu yang berkembang dan ingin dikembangkan.
Olehnya itu, sebelum memulai perumusan program-program kerja yang bersifat teknis operasional, dibutuhkan penguatan pada tataran pilihan skala prioritas dan titik tekan gerakan sebagai sebentuk positioning gerakan HMI yang sekaligus menjadi karakter, inspirator dan motivator serta spirit perjuangan. Dengan demikian diharapkan lahir sebuah Grand Desain Rencana Strategis Nasional yang komprehensif dan organis yang akan melandasi dinamisasi gerakan HMI secara nasional.
b. Nama Kegiatan
Pleno II Pengurus Besar HMI Periode 1428-1430 H/2007-2009 M.
c. Dasar Kegiatan
· Anggaran Dasar HMI pasal 5 dan 12
· Anggaran Rumah Tangga HMI pasal 24 dan 25
· Pedoman Struktur Organisasi
· Program Kerja PB HMI
d. Tujuan
· Memberikan masukan secara konsultatif kepada Pengurus Besar HMI oleh Mejelis Syuro Organisasi
· Merumuskan rekomendasi solutif atas berbagai problem strategis dalam perencanaan hingga implementasi organisasi
· Merumuskan rekomendasi solutif atas berbagai persoalan kemahasiswaan, kemasyarakatan, keindonesiaan dan keislaman.
· Menyusun Program Kerja PB HMI untuk semester II.
e. Peserta
· Pengurus Harian
· Pengurus Badan Koordinasi
· Pengurus Kornas Lembaga Khusus
· Pengurus Kornas Lembaga Kekaryaan

Undangan :
· Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi

WAKTU DAN TEMPAT
Semarang, 11 – 13 April 2008

PESERTA
Undangan dan utusan seluruh Cabang HMI se- Indonesia

PENANGGUNGJAWAB
Ketua Umum PB HMI

PANITIA PELAKSANA
HMI Cabang Semarang

SUSUNAN PANITIA
Terlampir

MANUAL ACARA
Terlampir

PENUTUP
Demikian Term Of Reference ini disusun untuk menjadi panduan berbagai pihak untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan PAKET AKHIR SEMESTER I PB HMI PERIODE 1428-1430 H/2007-2009 M, semoga Allah Swt, meridhoi kita semua.

Billahit taufiq wal hidayah,

Jakarta, 08 Rabiul Awal 1429 H
16 Maret 2008 M

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
PENGURUS BESAR



SYAHRUL EFENDI DASOPANG
KETUA UMUM


ITHO MURTADHA
SEKRETARIS JENDERAL



Manual Acara
Kamis, 10 April 2008
Kedatangan Peserta
Check in
Ishoma
Ramah tamah
Pengarahan dari panitia
Istirahat


Jum’at, 11 April 2008
Sholat Shubuh
Aktifitas Pagi
Pembukaan Pleno II PB HMI
Ishoma
Seminar Nasional dengan Tema :
Pilkada untuk kesejahteraan rakyat : sebuah kritik dan solusi

Pembicara :
1. Bambang Sadono
2. Agus Soeyitno
3. Ichsanudin Noorsy
4. Dr. H. Abdul Rohman. MSi, Akt
Moderator : Azwar M. Syafe’i
Isho
Lanjutan Seminar
Ishoma
Pengarahan SC ( Penjelasan Agenda secara umum )
Rapat Koordinasi Nasional Cabang
· Ta’aruf PB dan Cabang – Cabang
· Penyampaian laporan perkembangan cabang ( tertulis )
· Penjelasan PB : tema dan strategi gerakan
· Dialog PB dan Cabang
Istirahat

Sabtu, 12 April 2008
Sholat Shubuh
Aktifitas pagi
Forum – Forum
a. Temu Pengader Nasional
b. Simposium Gerakan
c. Temu Nasional LAPMI
Ishoma
Lanjutan Forum – forum
Isho
Lanjutan Forum – forum
Ishoma
Konsultasi PB HMI dan MSO
Pleno II PB HMI


Ahad, 13 April 2008
Sholat Shubuh
Aktifitas pagi
Lanjutan Pleno II PB HMI
Penutupan

selengkapnya.....
Designed by - alexis 2008 | ICM