Tampilkan postingan dengan label Musbadko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musbadko. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2009

Melawan Neolib Dengan Paradigma

Purwokerto, Inbagteng Cyber Media.


Musyawarah Daerah ke-XXII HMI Badko Indonesia Bagian Tengah berlangsung meriah. Bertempat di Purwokerto, 25-26 Juli 2009. Beberapa cabang hadir diantaranya HMI cabag Wonosobo, Purwokerto, Yogyakarta, Sleman, Purworejo, Semarang dan Surabaya. Dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Umum PB HMI dan dilanjutkan dengan stadium general yang mengangkat tema “Revitalisasi Perkaderan dalam rangka Pemberdayaan Umat Sebagai upaya Perlawanan terhadap Neoliberalisme”. Hadir sebagai pembicara Ketua PB HMI Khozin dan Ketua HMI Badko Inbagteng Moh. Syafi’ie.

Dalam pemaparannya Khozin menyatakan bahwa isu perlawanan terhadap neo liberalisme sebenarnya sudah tidak asing lagi di Indonesia. Gerakan melawan neoliberal sudah dimulai sejak lama. Tapi saat ini penting dihidupkan kembali karena dampak kebijakan neoliberal memang terasa menghimpit ekonomi rakyat Indonesia, ungkap Khozin.

Sedangkan Syafiie lebih mengupas soal perihal perjuangan dan perkaderan di tubuh HMI. Menurutnya perjuangan dan perkaderan HMI sudah sangat memprihatinkan. Perkaderan lumpuh karena memang tidak ada perhatian yang serius dari struktur HMI. Dan konteks perjuanganpun mati akibat tidak adanya isu bersama yang diangkat dari basis gerakan HMI, lebih banyak isu yang dibuat oleh elit dan tidak berbasis, ungkap Syafiie

Kedua pembicara sepakat bahwa neoliberal merupakan musuh bersama. Neoliberalisme menurut keduanya menjadi sentrum persoalan munculnya krisis kemiskinan, krisis kemanusiaan dan termasuk menjadi salah satu penyebab pelemahan semangat perjuangan gerakan.

Dalam sesi tanya jawab salah seorang peserta Dimas dari Purwokerto berpendapat bahwa konteks neoliberalisme sangat susah untuk dilawan. Kita butuh positioning dan fokus perlawanan yang lebih terarah. Salah satunya adalah lewat pembentukan paradigma atau cara pandang gerakan. Neolib susah dilawan karena paradigma kita telah dihegemoni oleh Neolib, ungkap Dimas berapi-api.

Stadium general berlangsung menggairahkan. Harapan-harapan akan hadirnya isu alternatif gerakan menjadi isu bersama yang penting. Termasuk pengharapan dari peserta akan keseriusan PB HMI untuk memperhatikan persoalan perkaderan sehingga etos juang kader akan bisa dijaga.Rata Penuh


selengkapnya.....

18 Juli 2009

Musbadko Akan Digelar di Purwokerto

Inbagteng Cyber Media

Musyarawah Badan Koordinasi (Musbadko) ke-XXII HMI Badan Koordinasi Indonesia Bagian Tengah dalam waktu dekat akan digelar, tepatnya pada Sabtu–Minggu (25-26/7) di HMI Cabang Purwokerto. Acara ini akan dimulai pada Sabtu (25/7) pukul 08.00 WIB sebagaimana terlampir dalam Proposal Musbadko 2009 dan Undangan yang telah disebar ke seluruh cabang se-Inbagteng. Salah satu rangkaian kegiatan Musbadko adalah Stadium General dengan tema “Revitalisasi Perkaderan dalam Kerangka Pemberdayaan Ummat sebagai Upaya Perlawanan terhadap Neoliberalisme” dengan narasumber antara lain ; Formateur PB HMI, Supari, Azwar M. Syafii, Moh. Syafi’ie.

Musyawarah Badan Koordinasi adalah musyawarah utusan cabang-cabang di wilayah Badan Koordinasi yang diadakan 2 (dua) tahun sekali (Pasal 44 poin a). Kekuasaan dan Kewenangan Musyawarah Badan Koordinasi adalah memilih 3 (tiga) orang calon Ketua Umum dan menentukan haluan program kerja Badko (Pasal 44 poin b).


Kegiatan ini mengambil tema “Revitalisasi Perkaderan dalam Kerangka Pemberdayaan Ummat sebagai Upaya Perlawanan terhadap Neoliberalisme.” Hal ini berangkat dari pemahaman bahwa HMI sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan bertujuan untuk membangun kapasitas manusia yang menerjemahkan nilai-nilai ke-ilahian demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang di ridhoi Allah. Kondisi yang terjadi pada saat ini di tubuh himpunan berada dalam titik yang sangat memprihatinkan. Sebuah kondisi dimana menurunnya kapasitas kader dalam beberapa kurun waktu terakhir ini. Memang ironi, jika kita melihat kebesaran himpunan yang dibesarkan oleh tradisi pemahaman ke-Islaman Pembangunan kapasitas kader merupakan hal yang paling utama bagi perbaikan kondisi ke depan.[pnt]

selengkapnya.....

28 Mei 2009

Rapimcab Badko Akan Bahas Persiapan Kongres & Musbadko

Yogyakarta, (Inbagteng Cyber Media)

Untuk lebih memasifkan konsolidasi internal Badko Inbagteng serta dalam rangka menyongsong Kongres HMI dan Musbadko XXII Rapat Pimpinan Cabang akan digelar di Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta pada Sabtu (30/05). Seluruh Cabang se-Inbagteng telah diundang dan diharapkan bisa menghadiri acara tersebut. Dalam Rapimcab tersebut sejumlah agenda akan dibahas seputar persiapan materi Kongres dan rapat Steering Commite Musbadko. Selain itu akan digelar pula diskusi yang bertajuk “Hilangnya Indonesia di Tangan Rezim Neolib dan Prediksi Pilpres 2009”.


Agenda Rapimcab akan dibagi tiga sesi. Sesi pertama adalah pandangan Umum Masing- Masing Cabang Persiapan Menjelang Kongres.
Sesi kedua, diskusi dengan tema “Hilangnya Indonesia di Tangan Rezim Neolib dan Prediksi Pilpres 2009” yang akan menghadirkan pembicara Tri Guntrur Narwaya (Direktur Resist Book).
Selanjutnya sesi ketiga, akan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok satu membahas : Rapat SC Musbadko XXII, sedangkan kelompok dua Rapincab Pra Kongres yang meliputi Pemaparan Tim Kongres Masing-Masing Cabang dan Pemfokusan Isu Bersama. (red)

selengkapnya.....

15 Mei 2009

Badko Minta Delegasi Cabang Untuk SC Musbadko

Yogyakarta, (Inbagteng Cyber Media)

Semakin dekatnya agenda Kongres HMI di Yogyakarta mendorong Badan Koordinasi (Badko) Indonesia Bagian Tengah (Inbagteng) untuk segera membentuk Steering Committee (SC) Musyawah Badko (Musbadko) ke-XXII HMI Inbagteng Periode 1428-1430 H/2007-2009 M. Surat yang bertanggal 12 Mei 2009 itu telah dikirim ke Cabang-Cabang se-Inbagteng. Tiap-tiap Cabang diharapkan mendelegasikan 3 (tiga) orang. Kepastian delegasi ditunggu sampai Sabtu (16/05).

Musbadko sebagaimana diatur dalam konstitusi adalah musyawarah utusan cabang-cabang di wilayah Badan Koordinasi yang diadakan 2 (dua) tahun sekali yang kekuasaan dan wewenangnya adalah memilih 3 (tiga) orang calon Ketua dan menentukan Haluan Kerja Badan Koordinasi.

Sesuai dengan ketentuan di atas maka kami mohon HMI Cabang Se-Inbagteng untuk mendelegasikan maksimal 3 (tiga) orang yang akan menjadi SC Musbadko. Tugas SC ini
kedepannya akan merumuskan konsep dan akan bertanggungjawab atas pelaksanaan Musbadko. (ICM/red)

selengkapnya.....
Designed by - alexis 2008 | ICM